Sejarah Penyaluran Air Limbah Domestik

(Ayu Nindyapuspa) Pada jaman Neolitikum, manusia menggali tanah untuk membangun sumur air dengan tangan pertama kali pada tahun 6500 SM. Bekas penggalian lubang tersebut ditemukan di Lembah Jezreel. Besar kecilnya lubang bergantung pada kuantitas air yang tersedia. Sistem penyediaan air bersih dan penyaluran air limbah mulai tampak terlihat di rumah-rumah penduduk di daerah Skara Brae sekitar tahun 3000 SM. Bentuknya seperti toilet di dalam rumah.

Peradaban Lembah Indus menunjukkan adanya perkembangan sistem penyediaan air minum dan sanitasi yang lebih canggih. Sistem di Peradaban Lembah Indus sudah memiliki toilet pribadi yang dilengkapi dengan sistem jaringan penyaluran air limbah yang terbuat dari susunan batu bata yang direkatkan dengan gipsum. Sanitasi perkotaan yang lebih maju ditemukan di daerah Harappa, Mohenjo-Daro, dimana rumah-rumah penduduknya sudah dilengkapi dengan sumur air dan kamar mandi. Kemudian air limbah yang dihasilkan dialirkan ke saluran limbah yang tertutup, yang berada di jalan-jalan utama.