BEGITU BERHARGANYA AIR HUJAN, MASIHKAH TIDAK BERHEMAT AIR?

(Oleh Arlini Dyah R.)

 

Air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan. Ketersediaan air bersih dinilai layak apabila terpenuhi 3 aspek, yaitu aspek Kuantitas, Kualitas maupun Kontinuitas (3K). Namun di beberapa daerah di Indonesia masih sering dijumpai masyarakat yang kekurangan air bersih. Penyebab dari kondisi ini sangat beragam, mulai dari kondisi alam daerahnya, fasilitas infrastruktur air bersih yang kurang memadai, kekeringan dan lain sebagainya. Masyarakat di daerah yang mengalami krisis air bersih, misalnya di Kota Sorong memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Kota Sorong merupakan kota administratif yang terletak di Propinsi Papua Barat. Kebutuhan air bersih masyarakat di beberapa daerah di Kota Sorong masih kurang dikarenakan kondisi air tanahnya yang cukup dalam dengan kualitas yang kurang bagus untuk digunakan sebagai air bersih. Selain itu, fasilitas infrastrukstur penyediaan air bersih dari PDAM belum mencukupi untuk pelayanan seluruh masyarakat di Kota Sorong.

Kondisi tersebut memicu masyarakat untuk memanfaatkan air hujan untuk dijadikan sumber air bersih. Bak Penampung Air Hujan (BPAH) didesain secara sederhana oleh masyarakat di Kota Sorong. Rangkaian BPAH yang dibuat hanyalah merupakan drum sebagai bak penampung air hujan yang ditempatkan di setiap rumah, dimana drum ini menampung air hujan yang dialirkan melalui talang air. Umumnya ukuran drum yang digunakan masyarakat merupakan ukuran standar drum yang biasa digunakan oleh penjual minyak tanah untuk menyimpan minyak tanah. Jumlah drum yang digunakan setiap rumah berbeda-beda, tergantung dari luasan atap rumah masyarakat yang merupakan tempat limpasan air hujan sebelum ditampung di drum BPAH.

Masyarakat menyimpan air hujan yang ditampung pada drum BPAH dan digunakan sebagai air bersih untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, toilet dan aktivitas lainnya kecuali untuk aktivitas memasak. Jadi sebenarnya air hujan ini digunakan sebagai air bersih bukan sebagai air minum, karena masyarakat tidak melakukan pengolahan terhadap air hujan hasil tampungan di drum BPAH. Air hujan yang tertampung diendapkan beberapa hari sebelum digunakan sebagai air bersih. Jumlah air hujan yang tertampung tentunya tergantung dari debit air hujan dan luas limpasan air hujan. Masyarakat di Kota Sorong menggunakan BPAH untuk memanfaatkan air hujan sebagai persediaan air bersih bagi aktivitas sehari-hari dengan pertimbangan bahwa Kota Sorong merupakan kota yang memiliki hujan merata sepanjang tahun, sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah hari hujan di Kota Sorong relatif besar dan tidak ada bulan tanpa hujan di Kota Sorong. Begitu berharganya air di beberapa wilayah di Indonesia, bahkan air hujan sekalipun. Setelah melihat kondisi tersebut, masihkah kita bersikap tidak bijaksana dalam penggunaan air bersih?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*